Breaking News

Simak Alasan Caleg Cantik Partai Demokrat Pajang Balihonya Bergambar Jokowi-Maruf Amin


Garda Keadilan - WARGANET dikagetkan terpajangnya sebuah baliho Partai Demokrat bergambar Jokowi-Maruf Amin.

Rupanya, baliho Partai Demokrat bergambar Jokowi Maruf-Amin milik seorang Calon Legislatif atau Caleg DPRD Kabupaten Ponorogo Neni Eviliana.

Menurut Neni Eviliana mendukung Jokowi-Maruf Amin sehingga baliho Partai Demokrat bergambar Jokowi-Maruf Amin memang benar miliknya.

WartaKotaLive melansir TribunSolo, Neni Eviliana (38), seorang perempuan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dari Partai Demokrat, ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebab, caleg daerah pemilihan (Dapil) tiga Ponorogo itu memasang baliho bergambar paslon capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Padahal, seperti diketahui, Partai Demokrat merupakan salah satu partai pengusung capres nomer urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada Pilpres 2019.

Dalam balihonya tampak gambar Neni mengenakan jaket kebesaran Partai Demokrat berwarna biru serta kerudung biru.

Selain itu, tertulis Srikandi Partai Demokrat Jawa Timur untuk DPRD Kabupaten Ponorogo Dapil Tiga, Sooko, Pulung, Pudak, Sawoo dan Ngebel, disertai nomor urut dan nomor partai.

Dikonfirmasi Kompas.com via telepon seluler, yang dikutip TribunSolo.com ibu dua anak ini membenarkan jika baliho yang memajang fotonya dan gambar paslon capres-cawapres nomor urut 01 adalah miliknya.

Ia mengatakan, meski menjadi caleg Partai Demokrat, Neni terang-terangan mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Dari dahulu saya mendukung," katanya, Jumat (5/4/2019) sore.

"Bahkan saya ikut menjadi relawan."

"Saya memang tercatat caleg dari Partai Demokrat, tetapi saya memang mendukung capres 01."

"Dan itu tidak saya pungkiri, itu jujur," kata Neni.

Menurut Neni, baliho tersebut dipasang relawan Jokowi-Ma'ruf di sejumlah titik di Ponorogo.

Inisiatif pembuatan gambar dirinya dengan paslon nomor urut 01 itu berasal dari relawan Jokowi-Ma'ruf.

"Relawan yang membuat itu dan yang mendesain hingga memasang juga mereka," kata Neni.

Neni mengatakan, relawan sebelumnya meminta izin memasang baliho tersebut.

Namun ia sendiri tidak mengetahui di mana saja lokasi pemasangan baliho bergambar dirinya dengan Jokowi-Ma'ruf.

Ia mendapatkan informasi bahwa baliho itu dipasang di Kecamatan Sawoo, Ngebel dan Kecamatan Pulung. Tiga baliho itu dipasangan sekitar tiga hari yang lalu.

Siap Dipecat dari Demokrat

Selang sehari setelah baliho terpasang oleh relawan, kata Neni, ia mendapatkan panggilan telepon dari pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo.

Pengurus itu meminta agar segera mencopot baliho tersebut.

Namun karena pertimbangan waktu kampanye sudah akan habis, maka baliho itu tidak perlu dicopot.

"Sebenarnya mau saya copot tetapi kalau saya sendiri tidak mungkin," ujarnya.

"Apalagi saat ini teman-teman relawan juga sibuk, dan saya juga sibuk."

"Selain itu juga tinggal beberapa hari," kata Neni.

Apakah dirinya mengetahui Partai Demokrat menjadi partai pengusung paslon capres-cawapres nomor urut dua?

Neni menyadarinya.

Namun ia tidak bisa menolak pilihan hatinya kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau disebut militan Pak Jokowi, ya iya," katanya.

"Namanya juga pilihan hati."

"Tetapi kalau militan partai, saya tetap banget dan loyalitas partai (Demokrat) tetap.

"Selain loyal ke Pak Jokowi saya juga tetap memperjuangkan kemenangan partai," kata Neni.

Terkait alasan mendukung Jokowi-Ma'ruf, Neni menyebutkan karena keberhasilan Jokowi selama menjadi Wali Kota Solo, gubernur DKI dan presiden.

Adapun Neni mengaku tertarik bergabung dengan Partai Demokrat karena salut kepada kader-kadernya.

Selain itu, ia juga tertarik pada karakter Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, pendiri Demokrat yang juga mantan presiden RI selama dua periode.

"Kalau bukan presiden yang hebat tidak mungkin bisa dua periode," jelas Neni.

Neni berharap dengan baliho tersebut, para pemilih akan memilih Demokrat dan memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Neni pun menyatakan siap menanggung akibat karena mendukung Jokowi-Ma'ruf yang tidak diusung partainya.

"Saya siap kok, mbok dipecat saya juga siap," kata Neni yang mengaku terjun ke politik karena kepeduliannya terhadap kondisi di Indonesia. [Tribunnews]

Tidak ada komentar