Penembak di Masjid Bayonne Prancis Eks Kandidat Partai Sayap Kanan

DEMOKRASI.CO.ID - Seorang pria berusia 84 tahun ditangkap setelah dia menembak hingga melukai dua orang di sebuah masjid di Kota Bayonne, selatan Prancis, pada Senin.
Penyerang itu, menembak orang-orang di luar masjid saat akan akan shalat.
Menurut surat kabar Prancis Sud Ouest, dikutip Anadolu Agency, dua pria lanjut usia mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Mereka terluka ketika mereka berusaha untuk menghentikan penyerang. Keduanya bergegas ke rumah sakit Bayonne setelah terluka parah.
Penembak juga membakar mobil saat melarikan diri dari daerah itu.
Penembak, yang diidentifikasi Pelaku teridentifikasi bernama Claude Sinke (84), eks kandidat partai sayap kanan National Rally pimpinan Marine Le Pen, ditangkap di rumahnya di Saint-Martin-de-Seignanx sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.
Polisi pun menemukan senjata api dan granat di rumahnya.
Menurut sumber lokal, pria itu sempat mencalonkan diri dalam pemilihan lokal beberapa tahun lalu untuk Partai Front Nasional Marine Le Pen.
�Serangan itu � bertentangan dengan semua nilai gerakan kami,� kata Le Pen.
Pemimpin sayap kiri, Jean-Luc Melenchon, menyerukan agar pidato publik berhenti menyampaikan dalam menyampaikan ujaran kebencian
Tersangka dilaporkan adalah kandidat yang gagal untuk partainya dalam pemilihan regional tahun 2015. Dia pernah mendaftar di akademi militer di masa mudanya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk �serangan keji� itu via Twitter.
�Prancis tidak akan pernah menolerir kebencian,� tegas Macron.
�Kami akan memberikan hukuman yang sesuai bagi para pelaku dan melindungi rekan-rekan seagama kami yang beragama Islam,� tandas dia.
Hingga saat ini, investigasi terhadap insiden itu masih berlangsung. (CK)
Post Comment
Tidak ada komentar