[Balada Partai Baru ??] Kampanye Menggebu tapi Tak Lampaui Batas Pemilu ?? Contohnya : "PSI"
Opini KU - - Partai-partai baru di Pemilu 2019 telah berkampanye menggebu-gebu supaya berhasil masuk ke parlemen. Namun hingga saat ini, hasil hitung cepat (quick count) belum menunjukkan bahwa kampanye mereka bisa mengantar sampai kursi DPR.
Hal itu dilihat dari hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei seusai pemungutan suara Pemilu 2019 untuk Pileg 2019.
detikcom mencatat pada Kamis (18/4/2019), perolehan quick count partai-partai baru seperti Perindo, PSI, Berkarya hingga Garuda masih berada di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) yakni 4 persen. Partai-partai ini mayoritas mendapat perolehan rata-rata di kisaran 0 hingga 2,9 persen.
Dalam masa kampanye sebenarnya partai-partai baru ini bukan tanpa perjuangan. Sejumlah program hingga kebijakan pun ditawarkan untuk mengaet pemilih.
Seperti PSI. Partai yang menyebut mayoritasi kadernya berasal dari generasi muda ini sempat membuat sejumlah kebijakan yang menimbulkan kontroversi. Salah satunya, menolak perda syariah atau perda yang berlandaskan agama.
"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini," kata Ketum PSI Grace Natalie saat HUT ke-4 PSI di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11).
"Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa," sambungnya.
Selain menolak perda syariah atau perda yang berlandaskan agama, PSI juga mengeluarkan kebijakan kontroversi yaitu politik anti-poligami hingga instruksi soal ucapan selamat Natal. Kebijakan itu kemudian memicu sejumlah komentar dari berbagai pihak mulai dari ormas keagamaan, lawan politik hingga partai koalisi.
Selain PSI, partai baru lain, Berkarya mengaku membawa simbol dan pemikiran Presiden ke-2 RI Soeharto dalam kampanye untuk memikat pemilih. Berkarya mengklaim Soeharto memiliki elektabilitas lebih tinggi di antara Presiden RI sebelumnya. Dia menegaskan Berkarya tidak ragu mengakui Soeharto sebagai simbol partainya.
"Malah hasil penelitian di hasil terbesar paling dicintai rakyat siapa? Soeharto. Kemudian Sukarno, kami jadi tidak ragu kalau kami deklarasikan ideologi kami yang kami pasang di baliho, billboard adalah Pak Harto. Jadi kita nggak ragu lagi pasang itu di berbagai lini," tegas Sekjen Berkarya Priyo.
Tak hanya PSI dan Berkarya, Perindo dan Garuda juga memiliki cara-cara untuk mendapatkan suara dari pemilih. Keputusan Perindo mendukung capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf menjadi salah satu cara mendapatkan suara dari pendukung calon pertahana itu.
Namun, apa daya perjuangan selama masa kampanye itu belum cukup membuat partai-partai baru ini berbicara banyak di Pemilu 2019. Dari hasil sementara sejumlah quick count memperlihatkan partai baru itu sulit menembus PT 4 persen.
Berikut hasil quick count partai baru di Pemilu 2019.
Perindo
Litbang Kompas:2,85%
Indobarometer: 2,67%
LSI Denny JA: 2,96%
Charta Politika: 2,75%
PSI
Litbang Kompas: 2,03%
Indobarometer: 2,07%
LSI Denny JA: 2,36%
Charta Politika: 2,16%
Berkarya
Litbang Kompas: 2,11%
Indobarometer: 2,12%
LSI Denny JA: 2,40%
Charta Politika: 1,98%
Garuda
Litbang Kompas:0.53%
Indobarometer: 0,57%
LSI Denny JA: 0,98%
Charta Politika: 0,53%
Hal itu dilihat dari hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei seusai pemungutan suara Pemilu 2019 untuk Pileg 2019.
detikcom mencatat pada Kamis (18/4/2019), perolehan quick count partai-partai baru seperti Perindo, PSI, Berkarya hingga Garuda masih berada di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) yakni 4 persen. Partai-partai ini mayoritas mendapat perolehan rata-rata di kisaran 0 hingga 2,9 persen.
Dalam masa kampanye sebenarnya partai-partai baru ini bukan tanpa perjuangan. Sejumlah program hingga kebijakan pun ditawarkan untuk mengaet pemilih.
Seperti PSI. Partai yang menyebut mayoritasi kadernya berasal dari generasi muda ini sempat membuat sejumlah kebijakan yang menimbulkan kontroversi. Salah satunya, menolak perda syariah atau perda yang berlandaskan agama.
"PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini," kata Ketum PSI Grace Natalie saat HUT ke-4 PSI di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11).
"Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa," sambungnya.
Selain menolak perda syariah atau perda yang berlandaskan agama, PSI juga mengeluarkan kebijakan kontroversi yaitu politik anti-poligami hingga instruksi soal ucapan selamat Natal. Kebijakan itu kemudian memicu sejumlah komentar dari berbagai pihak mulai dari ormas keagamaan, lawan politik hingga partai koalisi.
Selain PSI, partai baru lain, Berkarya mengaku membawa simbol dan pemikiran Presiden ke-2 RI Soeharto dalam kampanye untuk memikat pemilih. Berkarya mengklaim Soeharto memiliki elektabilitas lebih tinggi di antara Presiden RI sebelumnya. Dia menegaskan Berkarya tidak ragu mengakui Soeharto sebagai simbol partainya.
"Malah hasil penelitian di hasil terbesar paling dicintai rakyat siapa? Soeharto. Kemudian Sukarno, kami jadi tidak ragu kalau kami deklarasikan ideologi kami yang kami pasang di baliho, billboard adalah Pak Harto. Jadi kita nggak ragu lagi pasang itu di berbagai lini," tegas Sekjen Berkarya Priyo.
Tak hanya PSI dan Berkarya, Perindo dan Garuda juga memiliki cara-cara untuk mendapatkan suara dari pemilih. Keputusan Perindo mendukung capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf menjadi salah satu cara mendapatkan suara dari pendukung calon pertahana itu.
Namun, apa daya perjuangan selama masa kampanye itu belum cukup membuat partai-partai baru ini berbicara banyak di Pemilu 2019. Dari hasil sementara sejumlah quick count memperlihatkan partai baru itu sulit menembus PT 4 persen.
Berikut hasil quick count partai baru di Pemilu 2019.
Perindo
Litbang Kompas:2,85%
Indobarometer: 2,67%
LSI Denny JA: 2,96%
Charta Politika: 2,75%
PSI
Litbang Kompas: 2,03%
Indobarometer: 2,07%
LSI Denny JA: 2,36%
Charta Politika: 2,16%
Berkarya
Litbang Kompas: 2,11%
Indobarometer: 2,12%
LSI Denny JA: 2,40%
Charta Politika: 1,98%
Garuda
Litbang Kompas:0.53%
Indobarometer: 0,57%
LSI Denny JA: 0,98%
Charta Politika: 0,53%
Sesuai Survei Litbang Kompas: PSI Partai Baru Paling Ditolak Masyarakat
Hasil Pileg, PSI Kibarkan "Bendera Putih", Kalah Melenggang ke Senayan
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengakui kekalahannya pada Pileg 2019 setelah partai yang diketuai oleh Grace Natalie itu gagal melenggang ke Senayan.
Hal itu terjadi karena PSI tak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Dari hasil quick count atau hitung cepat lembaga survei, PSI hanya mendapatkan suara sekitar 2 persen.
"Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan," ujar Grace seperti dikutip dari pernyataan resmi yang diunggah di situs resmi PSI, Rabu (17/4/2019).
Grace mengatakan, pihaknya telah berjuang dan tidak menyalahkan siapapun atas kekalahan itu. Kader, pengurus, caleg PSI, telah bekerja keras meyakinkan rakyat.
"Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanasime demokrasi yang harus kami terima dan hormati," ujar Grace.
Grace mengatakan, tidak ada penyesalan dengan perjuangan yang telah dilakukan. Menurut Grace, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang luar biasa.
Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang bersama PSI dalam Pileg 2019.
"Saya meminta kawan-kawan pengurus dan caleg tidak putus asa dan tetap menjaga suara kita. Meskipun kandas melewati parliamentary threshold di level nasional, tapi saya yakin bahwa akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten kota. Ini adalah modal politik yang harus kita rawat," ujar Grace.
Grace menyebut tak ada suara terbuang. Setiap suara dukungan kepada PSI diperhitungkan sebagai keinginan perbaikan parlemen dan partai politik.
Grace menilai, perolehan suara PSI 2 persen atau sekitar 3 juta suara merupakan suara rakyat yang harus diperhitungkan.
Dia mengucapkan terima kasih kepada 3 juta pemilih serta puluhan ribu donatur yang telah menyisihkan dana untuk membantu PSI bergerak.
PSI mengucapkan selamat kepada parpol lain yang lolos ke DPR. Pihaknya akan membantu mengawasi kinerja para perwakilan rakyat di DPR.
Grace juga menyampaikan kegembiraanya atas kemenangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin yang mereka dukung. Dari hasil quick count lembaga survei, Jokowi-Ma'ruf unggul dari pesaingnya, Prabowo-Sandi.
"Kami siap menjadi partner Pak Jokowi menjalankan program-program kerakyatan yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Grace.
"PSI akan kembali menyapa rakyat. Bukan lima tahun lagi, tapi besok! We shall return, soon!" kata Grace.
Post Comment
Tidak ada komentar