Breaking News


 Sejauh ini pihak kepolisian menyebut Alfin Andrian (24) dalam kondisi sadar saat menusuk pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Falahudin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (13/9/2020) lalu.








Bahkan Alfin terbukti melakukan perencanaan pembunuhan terlebih dahulu.




Berbeda dengan keterangan dari pihak kepolisian, pihak keluarga menyebut Alfin pernah mengalami depresi berat ketika ditinggal sang ibu bekerja ke luar negeri.




Dikutip dari YouTube Lampung TV Jumat (18/9/2020), Ibu dari Alfin, yakni Yayat Rohayati menyebut dirinya mendapat kabar Alfin menjadi depresi pada tahun 2016.




Diketahui Yayat berangkat menjadi TKI ke Hong Kong di tahun 2015. "Dengar kabar dari keluarga kalau anak saya itu sudah mulai depresi," kata Yayat.




Yayat menyoroti perubahan yang terjadi pada anaknya, yakni tidak lagi mengenal ibunya sendiri. "Kami telepon pun biasanya bicaranya lancar, sopan."




"Biasanya 'Assalamualaikum Ibu, apa kabar'," kata Yayat menirukan percakapannya dengan anaknya di telepon.




Yayat menuturkan, setelah ia mendapat kabar Alfin depresi, anaknya tidak lagi mengenali ibunya ketika ditelepon.


Sejauh ini pihak kepolisian menyebut Alfin Andrian (24) dalam kondisi sadar saat menusuk pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Falahudin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (13/9/2020) lalu.




Bahkan Alfin terbukti melakukan perencanaan pembunuhan terlebih dahulu.




Ayah pelaku, M Rudi (46) mengatakan, pelaku mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2017 silam.




Akibat gangguan jiwa yang dialami oleh Alfin, yang bersangkutan sempat melakukan rawat inap di rumah sakit jiwa.




"Iya mentalnya, karena gangguan saja," kata Rudi, di Mapolres Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).




Selama 7 hari Alfin menjalani perawatan di RSJ Lampung sebelum akhirnya diperbolehkan untuk melakukan rawat jalan.




Terkait peristiwa penusukkan terhadap Syekh Ali Jaber, Rudi meyakini gangguan jiwa yang diderita oleh anaknya kembali muncul.




"Iya mungkin (penyakit kumat)," kata Rudi.




Kemudian, paman pelaku, Rangga (28) turut mengiyakan bahwa Alfin memang mengalami gangguan jiwa.




Rangga menduga gangguan jiwa yang diderita oleh Alfin kumat saat yang bersangkutan pulang dari Rawajitu.




Gelagat aneh Alfin muncul ketika ia mendengar suara pengajian dari pengeras suara masjid.




"Terakhir itu dia kalau dengar suara pengajian langsung tutup kuping, katanya pusing dengar itu (suara pengajian)," jelas Rangga




Keanehan sudah ditunjukkan ketika Alfin bekerja menjadi penjaga kios isi ulang air minum di Rawajitu, Tulangbawang.




"Kadang kalau ada yang mau isi ulang dia (Alfin) bengong saja, diam gak mau melayani," kata Rangga.




Akhirnya pada hari raya Idul Adha 2020 lalu, Alfin tak lagi bekerja di Rawajitu, dan sempat pulang ke rumah kakeknya di Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.








sumber : tribunnews.com

Tidak ada komentar