Breaking News

Teknik Komunikasi Pasangan Suami Isteri


Asianmuslim.com - Dalam hidup berumah tangga tidak selalu berbalut harmonisasi namun ada kalanya gesekan-gesekan kecil bahkan tidak jarang gesekan besarpun terjadi. Dan masalah ini biasanya dipicu dari kesalahan berkomunikasi antara suami isteri. Jika hal ini terjadi, bagaimana cara memperbaiki komunikasi suami istri?

Simak tips komunikasi suami istri dari pakar keluarga Pak Cahyadi Takariyawan berikut ini:

Mulai Saja, Jangan Menunggu

Saat terjadi kebuntuan komunikasi antara suami dan istri, mulailah membuka komunikasi.

Jangan menunggu pasangan yang melakukan. Jika sikap Anda saling menunggu, maka tidak ada yang akan melakukannya. Mulai saja, dengan bercerita dan berkisah tentang hal-hal ringan dan lucu.

Buka kebekuan dengan hal-hal yang menyenangkan. Jangan langsung membuka percakapan dengan pokok persoalan, kadang itu terasa sangat memberatkan.

Cerita tentang kelucuan anak-anak, cerita tentang kejadian lucu yang Anda alami, akan membuat suasana segar. Jika kondisi sudah mulai nyaman, baru masuk membicarakan persoalan pokok yang ingin Anda bicarakan dengan pasangan.

Ya, mulai saja. Ambil inisiatif untuk mengobrol dan membuka percakapan. Jangan biarkan kebekuan berlama-lama terjadi pada keluarga Anda.

Tegaskan Sikap, Bahwa Anda Mencintainya

Pasangan suami istri semestinya berada dalam suasana saling mencintai dan saling menyayangi dengan sepenuh hati.

Apapun yang sedang terjadi, pertegas sikap Anda, bahwa Anda mencintainya. Dalam situasi lapang ekonomi maupun sulit ekonomi, dalam keadaan tanpa masalah maupun sedang banyak masalah, suami istri tetap harus saling mencintai dan menyayangi.

Pertegas sikap cinta Anda, dan biarkan pasangan Anda mengerti dan meyakini bahwa Anda sangat mencintai dan memerlukannya. Walaupun tengah berada dalam situasi emosi, atau dilanda kemarahan, atau pertengkaran, pertegas sikap Anda kepada pasangan, bahwa Anda sangat mencintainya.

Pertengkaran itu terjadi justru karena Anda berdua saling mencinta, bukan saling membenci. Pertengkaran justru lahir dari keinginan untuk saling menjaga dan saling melindungi.

Perbanyak Menggunakan Tiga Kata Ajaib

Ada tiga kata ajaib, yang apabila Anda sering menggunakannya, akan menimbulkan suasana yang menyenangkan dalam interaksi dalam keluarga. Tiga kata ajaib itu adalah: maaf, tolong dan terima kasih.

Sepertinya sangat sederhana, namun tidak banyak keluarga menerapkannya. Ada keluarga yang sangat miskin tiga kosa kata ajaib tersebut. Keluarga yang jarang mengucapkan kata maaf, tolong dan terimakasih.

Kadang orang berpikir, maaf hanyalah kata bagi orang yang bersalah. Padahal maaf adalah bahasa cinta. Bahasa komunikasi yang melegakan jiwa. Tidak perlu rumit berpikir, salahku apa? Mengapa harus mengucapkan kata maaf?

Lakukan saja. Perbanyak kata maaf, tolong dan terimakasih dalam komunikasi dengan pasangan tercinta. Anda akan merasakan hasilnya.

Jangan Menyakiti Hati Pasangan

Komunikasi akan membuat bahagia, apabila dilakukan dengan penuh kelegaan. Tidak ada kalimat dan gaya bahasa yang menyakiti hati pasangan, atau menyinggung perasaannya.

Walaupun rutin berkomunikasi, namun ketika dilakukan dengan arogan, banyak umpatan, banyak kritikan, dengan cara dan gaya yang menyinggung perasaan, maka justru akan semakin menambah parah persoalan keluarga.

Suami dan istri hendaknya saling menjaga agar kedua belah pihak saling menghormati, saling menghargai, saling mengerti, saling memahami, walaupun dalam komunikasi kadang dijumpai perbedaan keinginan serta perbedaan pendapat.

Kendati muncul beda pendapat, beda keinginan, beda persepsi, namun tidak boleh saling menyakiti hati dan perasaan. Suami dan istri harus tetap saling menghormati dan menjaga kebaikan hubungan mereka.

Salah satu kunci tersampaikannya pesan dalam komunikasi adalah cara penyampaian pesan itu sendiri. Komunikasi suami dan istri bukanlah antara atasan dengan bawahan, bukan pula antara komandan dengan prajurit, bukan antara majikan dengan buruh. Komunikasi antara suami dengan istri hendaklah dilakukan dalam suasana yang menyejukkan dan melegakan, bukan dengan bentakan dan hardikan.

Sampaikan pesan dengan lembut dan bijak. Jangan berlaku kasar dalam komunikasi karena suami dan istri adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan saling mengasihi. Tidak layak mereka saling berlaku keras dan kasar dalam komunikasi. Sampaikan keinginan dengan bahasa yang sopan dan enak didengarkan.

Sampaikan pendapat dengan cara yang lembut dan bijak, tidak terkesan arogan, menggurui dan memaksakan kehendak.

Jauhi Kritikan dan Celaan

Tidak layak bagi suami dan istri untuk mengkritik dan mencela pasangan. Bukan berarti Anda dan pasangan kebal kritik, namun kritikan dan celaan hanya akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Pada dasarnya suami tidak suka dikritik dan dicela oleh istri, demikian pula pada dasarnya istri tidak suka dikritik dan dicela oleh suami. Gunakan cara menasihati yang lembut dan bijak, bukan melontarkan kritik dan celaan yang justru berpotensi merusak suasana hubungan.

Jika ada suatu perbuatan atau perkataan pasangan yang tidak menyenangkan atau tidak pada tempatnya, jangan mengingatkan dengan kritikan dan celaan. Ingatkan pasangan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jangan dengan kemarahan dan kebencian.

Memilih Waktu, Tempat dan Suasana 

Sesungguhnya komunikasi bisa dilakukan kapanpun dan dimana pun. Namun komunikasi akan lebih nyaman apabila dilakukan pada waktu yang tepat, tempat yang kondusif dan suasana yang mendukung. Pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat untuk mendukung kelancaran berkomunikasi, terutama apabila materi komunikasi menyangkut hal yang sangat serius atau halhal yang besar.

Ketepatan dalam memilih waktu, tempat dan suasana ini menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan tersampaikannya pesan-pesan dalam komunikasi, dan terselesaikannya berbagai persoalan yang dibicarakan dalam komunikasi. Suami dan istri harus pandai menentukan, untuk berbincang tentang sesuatu tema, dilakukan kapan, di mana dan dalam suasana seperti apa.

Jika memilih waktu, tempat dan suasana yang tidak tepat, akan menjadi kendala yang menghalangi kehangatan komunikasi.

Pahami Ragam Komunikasi

Hendaknya suami dan isteri mengetahui, bahwa komunikasi itu bukan hanya berbicara atau ngomong.

Komunikasi adalah menyampaikan pesan secara tepat, maka media yang digunakan bisa beraneka macam. Sejak dari berbicara, menulis, ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga menyampaikan pesan lewat berbagai teknologi.

Ketika hanya mengetahui satu cara komunikasi, menyebabkan mereka akan cepat menemukan kesulitan saat satu-satunya cara tersebut mengalami kendala. Misalnya, suami istri yang selama ini hanya mengandalkan komunikasi verbal dengan obrolan.

Komunikasi tidak selalu dilakukan dengan cara-cara formal dan verbal. Kadang ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasangan Anda sudah mengisyaratkan sesuatu pesan tertentu. Tanpa berbicara, tanpa mengobrol, tanpa menulis pesan, namun ada banyak pesan tersampaikan lewat ekspresi wajah dan bahasa tubuh lainnya.

Belaian, tangisan, elusan, pelukan, senyum mesra, kerlingan mata, anggukan kepala, jabat tangan, ciuman di kening, wajah yang merona, dan lain sebagainya, sesungguhnya sudah menyampaikan banyak pesan.

Kemampuan memahami dan mengerti pesan yang tersampaikan lewat komunikasi nonverbal ini, akan sangat banyak membantu mengatasi kebuntuan hubungan antara suami dengan isteri.

Tidak ada komentar