Nyumbang 26 Miliyar Keluarga Habib Rizieq Syihab Donatur Terbesar Berdirinya NU
Habib Abu Bakar Alatas mengatakan bahwa donatur utama pendirian NU 1926 adalah keluarga dekat Ibunda Habib Rizieq Shihab, beliau adalah Habib Abdullah bin Muchsin bin Abu Bakar Alatas.
Baca Juga : Tidak Banyak Yang Tau, Inilah Kegiatan Habib Rizieq Syihab Selama Ramadhan Di Rutan Bareskrim
Hal tersebut disampaikan Habib Abu Bakar Alatas dalam Haul-1 Gus Dur di Kediaman Ciganjur beberapa waktu yang lalu.
Menurut dia, Habib Abdullah bin Muchsin Alatas yang biasa disebut Saudagar Betawi ini bekas kediamannya sekarang menjadi Museum Textiel di Jakarta Pusat.
�Beliau adalah pengusaha sukses yang menyumbangkan 26.000 Gulden, yang setara dengan 26 milyar rupiah.�ujar Habib Abu Bakar di jakarta, dilansir Radarkotanews Rabu (12/07/2017).
Baca Juga : Syekh Muhammad Thoifur Mawardi, Kyai Purworejo Ahli Bertemu Rasulullah Dalam Mimpi
Lebih lanjut Habib Abu Bakar mengungkapkan bahwa, donasi tersebut diberikan untuk membiayai pendirian NU 1926, dan diberikan tanpa persetujuan Pemerintah Kolonial Belanda. Karena penjajah Belanda sangat membatasi gerak pribumi untuk melakukan usaha yang bisa membahayakan pemerintahan penjajah di Indonesia.
Menurut cucu Habib Abdullah bin Muchsin bin Abu Bakar Alatas, Habib Abu Bakar Alatas dalam Haul-1 Gus Dur di Kediaman Ciganjur. Bahwa Habib Abu Bakar Alatas adalah sahabat dekat Gus Dur, yang menjadi tempat curhat Gus Dur sebelum dan sesudah jadi presiden.
Baca Juga : Habib Rizieq Selesaikan S3 Dengan Tesis Judul "Metodologi Pemilihan Ushul Dan Furu" Universitas Malaysia
�Saat masih menjabat sebagai Presiden, Gus Dur puluhan kali datang ke kediaman Habib Abu Bakar Alatas di Martapura dekat Banjarmasin.� bebernya. Gelora.co
Baca Berita Lain :
> Dari Balik Tahanan Bareskrim Habib Rizieq Syihab Selesaikan S3 Universitas Sains Islam Malaysia
> Viral Foto Ketua PBNU Dan Tokoh PKI, Benarkah Said Aqil Siraj Terpapar Paham Komunis ?
> Imam Besar Masjid New York Sebut Pemikiran Said Aqil Sudah Gila
Post Comment
Tidak ada komentar