TintaSiyasi.com-- Jakarta, Di tengah ramainya polemik tentang RUU HIP/BPIP yang membuat banyak pihak mencurigai ada anasir muatan semangat komunisme di dalam RUU tersebut.

Penerbit Istanbul Solo justru menerbitkan buku berjudul BANJIR DARAH (Kisah Nyata Aksi PKI terhadap Kiai, Santri, dan Kaum Muslimin) yang ditulis oleh Anab Afifi dan Thowaf Zuharon.    

Menurut perwakilan penerbit Istanbul, buku tersebut merupakan sejarah yang selama ini ditutup-tutupi dan diingkari, kemudian dicoba dikuak kembali melalui sebuah buku yang mengangkat fakta sejarah kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Kiai, Santri, Kaum Muslimin, dan mereka yang dibenci oleh PKI. 

“Buku ini disusun berdasarkan hasil wawancara para saksi hidup dan pelaku sejarah, ditulis dengan narasi yang hidup dan memikat, yang mampu menyedot emosi pembaca, seolah ikut menyaksikan peristiwa itu,” jelas Bambang Soekirno, Direktur Utama penerbit Istanbul melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id Sabtu malam (8/8).

Bambang sendiri tidak menyangka, buku Banjir Darah mendapatkan response yang sangat luar biasa dari para khalayak pencinta buku dan sejarah di Indonesia.

Sebelum buku ini turun cetak pada pekan pertama Agustus 2020, buku Banjir Darah sudah menjadi perbincangan cukup hangat di berbagai linimasa media sosial maupun whatssapp. 

Para konsumen buku, para re-seller buku, para distributor buku yang memasarkan buku secara digital, sangat riuh menghubungi penerbit istanbul dan memesan jauh-jauh hari sebelum buku Banjir Darah turun cetak.