Breaking News

Jokowi Saja Tidak Yakin, Kenapa Ngotot Uji Coba Vaksin dari China ke Rakyat Sendiri?

SWARAKYAT.COM
- Apa Yang Sebetulnya Sedang Terjadi Di Pemerintahan Ini ???

 

Iya, betul ....  Pak Jokowi nampak ngotot betul, ingin segera Vaksin Corona dari China segera dipergunakan.

 

Baca Ini:

 

Pak Jokowi Pengin Vaksin Corona dari Tiongkok Segera Dipakai, Prof Kusnandi : Enggak Bisa


Koordinator Uji Klinis Vaksin Virus Corona Prof Kusnandi Rusmil mengaku ada desakan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggunakan Sinovac buatan Tiongkok secara massal di Indonesia.

 

Namun, Kusnandi menyatakan bahwa desakan presiden itu tidak bisa dilaksanakan.

 

"Arahan khusus dari Bapak Presiden usahakan vaksin ini cepat ada. Kalau bisa tiga bulan. Kami bilang enggak bisa tiga bulan, karena kami harus melakukan dengan hati-hati dan benar," kata Kusnandi usai menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

 

***

 

Saya (Penulis ) tidak begitu Up-Date dengan perkembangan "teknologi vaksin" di Indonesia, oleh karenanya saya tidak berkomentar banyak tentang detil teknis per-Vaksin-an, yang hingga KENAPA Pemerintah Jokowi nampak sekali antusias (baca: NGOTOT!) UNTUK melakukan Uji Tahap 3 – Pengujian Klinik.

 

Uji Tahap 3 – Pengujian Klinik ADALAH penelitian atau uji coba yang dilakukan pada orang.

 

Dicari, 1.620 Sukarelawan untuk Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Covid-19 Sinovac


Koordinator uji klinis vaksin virus Covid-19 Kusnandi Rusmil mengatakan, timnya akan melakukan Dia menjelaskan untuk pengujian tersebut dibutuhkan 1.620 orang.

 

"Saya harus melakukan pengujian bahwa vaksin ini betul-betul efektif dan aman sehingga dalam perhitungan statistik saya mengumpulkan kurang lebih 1.620 untuk dilakukan penelitian. 1620 orang-orang yang berumur 18 tahun sampai 59 tahun," kata Kusnadi usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020).

 

Dia menjelaskan, nantinya 1.620 orang tersebut harus memiliki kriteria yang sesuai. Salah satunya yaitu sehat.

 

"Jadi orang itu pasti diperiksa dulu dengan teliti. Periksa darahnya periksa jantungnya, periksa paru-parunya sudah sehat baru dia bisa ikut penelitian ini," kata Kusnadi.

 

Dia menjelaskan, mereka yang mengikuti uji klinis nantinya akan diambil dari kantong-kantong penelitian Unpad. Kusnadi menjelaskan prinsipnya nanti sukarela.

TETAPI DARI membaca berbagai informasi, saya memilih untuk concern akan 2 (dua) Hal berikut ini:

 

(1) Pemerintahan Jokowi nampak sudah pada tahap frustasi, KARENA wabah covid-19 di negeri ini masih tidak nampak ujung pangkalnya. SEMENTARA ancaman krisis ekonomi sudah nyata melanda, DAN AKAN MAKIN PARAH di bulan-bulan mendatang yang ditandai dengan makin anjloknya daya beli rakyat dan meledaknya pengangguran.

 

(2) Pemerintah Jokowi sedang babak belur dalam hal Keuangan Negara, hal itu bisa dilihat dari:

 

Stimulus Terendah di Asia: RI Tak Punya Uang & Andalkan Utang

 

MAKA ....opsi segera mengakhiri Covid-19 ditempuh dengan segala cara, KARENA JIKA TIDAK akan berimbas kepada tersendatnya proyek-proyek pembangunan Pemerintah BAHKAN bisa berujung mangkrak!

 

***

 

LALU bagaimana menyikapi hal ini ???

 

Kalau tentang Uji Klinis ATAS vaksin Sinovac - China, biarlah Pakar Vaksin  yang mengomentarinya.

 

NAMUN ...menurut hemat saya, jangan karena alasan ekonomi LANTAS Pemerintah Jokowi GELAP MATA hingga menjadikan rakyatnya sebagai Ajang Uji Coba yang mempertaruhkan Nyawa.

 

Sekali lagi, kalau demi alasan ekonomi JANGANLAH Pemerintah gelap mata! MENGACU kepada pendapat Ekonom Senior Faisal Basri, saya sepakat Indonesia akan mampu bertahan dari ancaman krisis SELAMA Pemerintah bisa menahan laju penurunan konsumsi rumah tangga  (dengan kata lain mempertahankan kemampuan daya beli masyarakat ) MELALUI ...

 

MELALUI pemanfaatan APBN yang efektif untuk mendukung itu seperti PERLUASAN jumlah penerima bantuan kepada masyarakat yang rentan dari dampak Covid-19.

 

KONSEKUENSINYA ....harap di-rechedule itu progam-program pemerintah yang MEMANG TIDAK MENDESAK seperti :

 

27 Juni 2020

Proyek Ibu Kota Jalan Terus, 1,4 T Dari APBN Buat Bangun Bendungan

 

3 Juli 2020

Pembebasan 81 Hektare Lahan Bendungan Ibu Kota Baru Butuh Rp 60 Miliar

 

NAH, SANGAT MENGHERANKAN BUKAN? APA YANG SEBETULNYA SEDANG TERJADI DI PEMERINTAHAN INI??? misi terselubung apa yang sebetulnya dijalankan HINGGA TETAP TERUS memaksakan program-program tertentu yang tidak mendesak dan dapat ditunda pada Tahun Tahun Mendatang???

 

Di saat rakyat habis2an dan ngap2an menghadapi Pandemi Covid-19, Lho kok Pemerintah masih ngGlibet dengan proyek-proyek misterius???

 

(Sumber: fp Mengungkap Fakta Lain)

Tidak ada komentar