Breaking News

Taruhan Nyawa!! Pemko Medan Beri Insentif Rp 5 Juta untuk Tim Gali Kubur Makam Korban Covid-19


Pengamat Sosial Kota, Agus Suriadi berpendapat terkait pemberian insentif Rp 5 juta kepada tim khusus pengubur korban Covid -19.

Menurut Agus Suriadi pemberian insentif dari Pemko Medan tersebut adalah wajar.

Apalagi katanya, pekerjaan tersebut dibarengi beban psikis cukup berat.

"Itu wajar, bisa kita lihat kondisi saat ini tentu secara psikologis masyarakat merasa dihantui dan cemas dengan segala yang berhubungan dengan Covid-19. Sebab dari status sosial paling tinggi sampai paling rendah pun dihantui oleh rasa takut akan virus ini. Apalagi kan kemudian setiap harinya masyarakat dicekoki informasi macam-macam, tentunya ada beban psikis dalam mengerjakan tugas tersebut," katanya.

Apalagi katanya, informasi yang beredar tidak berbanding lurus dengan sosialisasi yang dilakukan.

Sebab hingga saat ini, masih ada saja masyarakat yang menstigma, mengucilkan, bahkan menolak penguburan korban Covid 19, seperti belum lama ini terjadi di Simalingkar.

Tentunya hal tersebut katanya membuktikan bahwa masyarakat belum ter-edukasi dengan baik, bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan untuk menguburkan korban Covid-19.

"Belum lagi ada intervensi dari masyarakat sekitar. Sebab dengan meluasnya wabah ini, pun diikuti pula dengan fenomena sosial yang ditimbulkan akibat informasi yang beragam dan tidak terkonfirmasi," katanya.

Terkait penyiapan lahan seluas 18 Hektar untuk korban Covid-19, ia menilai hal tersebut sudah tepat dilakukan sebab semua elemen kebijakan yang dapat menekan penyebaran virus, maupun menekan kekhawatiran warga dapat dilakukan.

"Kita kan bisa belajar dari kasus di Jakarta, jangan sampai kita seperti mereka. Artinya semua alternatif kebijakan memang harus dilakukan sampai ke tahap penyediaan lahan khusus, seperti saya bilang karena ada efek psikologis yang timbul di masyarakat, sehingga agar tingkat kecemasan warga berkurang, Pemko memang harus membuat berbagai alternatif," katanya.

Ia mengatakan, Pemko pun tidak boleh hanya fokus dari segi insentif atau uang saja, namun harus memastikan bahwa tim penguburan telah dibekali pengetahuan serta perlengkapan yang terstandarisasi.

"Protokol keselamatannya harus dilakukan dengan tepat. Jadi bukan hanya insentif atau uang saja tapi yang utama adalah keselamatan tim, baik itu tenaga medis, supir ambulan, dan tim pengubur harus dilengkapi oleh APD yang layak. Sebab maraknya informasi beredar saat ini wajar saja membuat orang was-was. Nah kalau ada upaya seperti ini kan sudah ada upaya untuk meminimalisir ketakutan-ketakutan warga, pun hal itu diimbangi dengan keselamatan dan kenyamanan pekerja," pungkasnya.

Tidak ada komentar