Heboh! Sekampung Jadi ODP Corona karena Paksa Bawa Jenazah PDP Covid-19 ke Rumah, Membuka Plastik, dan Menciuminya!
SWARAKYAT.COM - Dunia maya heboh dengan video jenazah terbungkus plastik, yang diduga pasien covid yang dibungkus plastik, keluar dari sebuah mobil berwarna biru.
Mobil itu tampak dikerumuni pelayat, banyak dari mereka yang menangis meraung-raung.
Beberapa laki-laki terlihat membuka pintu belakang mobil, lalu mengeluarkan jenazah yang terbungkus rapi dengan plastik.
Saat dikeluarkan, ibu-ibu langsung mengerumini jenazah terbungkus plastik tersebut.
Tampak beberapa laki-laki menggotong mayat itu ke dalam rumah yang terlihat sepeti sebuah rumah toko (ruko) di pinggir jalan raya.
Para pelayat yang terdiri dari Ibu-ibu dan bapak-bapak mengikutinya ke dalam rumah.
Lalu, ada lagi di video lanjutannya.
Terlihat jenazah yang terbungkus plastik itu sudah dibuka.
Sisa bekas plastik masih terlihat masih menempel di bawah jenazah.
Jenazah yang terbungkus selimut dan kain jarit itu diletakkan di atas kasur berdipan.
Terlihat beberapa ibu-ibu menciumi jenazah, sebagian bapak membersihkan mukanya.
Mereka pun memutuskan tali pengikat jenazah dengan gunting, setelah itu konon jenazah itu dimandikan.
Menurut isi postingan yang beredar, disebutkan jenazah di atas adalah pasien positif corona di RS Bahteramas, Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang akan dikuburkan pihak rumah sakit.
Namun suami dari jenazah mengamuk dan membawa pulang jenazah isterinya dengan paksa dari rumah sakit.
Jenazah dibawah pulang menggunakan mobil pribadi.
Sesampainya di rumah duka, puluhan keluarga dan pelayat datang mengerumuni jenazah yang masih dibungkus plastik.
Pasien yg mninggal di kendari...
Pihak keluarga mngamuk mau bawa jenazahnya ke rumah,padahal standarnya mayatnya sdh terbungkus plastik steril dan hrus lgsng dikuburkan...
Tp keluarga mngamuk dan ttp mmbawa mayat kerumah..plastiknya dibuka seolah tdk perduli dgn peringatan dri pihak RS....
Akhirnya 1 kampung itu skg terancam jdi ODP smua...sttus A1.
Sumber resmi warga setempat menyebutkan, jenazah perempuan paruh baya itu sebelum di larikan ke rumah sakit masuk dalam status orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19 setelah kembali di Bandung yang merupakan daerah terjangkit COVID-19.
Berikut videonya yang sudah diupload kompas tv:
Dilansir kumparan, Kadinkes Sultra Andi Hasna membenarkan video tersebut. Ia menyebut, ibu tersebut masuk dalam kategori PDP. Namun hasil laboratorium belum keluar untuk status positif atau negatif Covid-19.
Sumber : grid.id
“Memang dia dirawat di Rumah Sakit dengan status PDP. Tapikan dia belum terkonfirmasi dia positif atau negatif. Jadi ya untuk kewaspadaan rumah sakit melaksanakan tugasnya dengan memasukkannya ke PDP,” kata Andi kepada kumparan, Rabu (25/3).
Andi menuturkan, pihak rumah sakit tak dapat melarang keluarga korban untuk mengambil jenazah lantaran masih berstatus PDP. Pihak keluarga juga bersikeras menyatakan korban bukan sakit virus corona.
“Kalau orang keluarga enggak mau dikatakan PDP, nggak mau dikatakan corona bersikeras seperti itu,” ujar Andi.
Menurut Andi, saat ini petugas telah men-tracing kontak korban dengan anggota keluarga. Hal itu untuk mengantisipasi bila korban dinyatakan positif corona.
“Di sana Kolaka itu ya sedang dilakukan langkah sesuai dengan dia pantau kalau seandainya. Kita gak bisa memaksakan diri karena belum berstatus confirm. Kalau dia positif kita sudah punya data siapa yang kontak dengan dia,” tandasnya.
Sumber : grid.id


Tidak ada komentar