Ketika Gerindra Tertangkap Basah Copas Cuitan Tempo
![]() |
Ilustrasi: Sudut kantor Tempo |
Kalimat yang dikutip Gerindra adalah, "Para buzzer ini adalah produk gagal dari era kebebasan berpendapat. Memanfaatkan kemampuan menulis. Sebagian di antara buzzer pro Pemerintah adalah bekas wartawan. Mereka mengemas kabar bohong sedemikian rupa sehingga terlihat benar."
Di laman media sosial resmi Tempo, @temponewsroom, memang lebih awal membuat utas soal adanya pendengung atau buzzer. Kalimat yang dibuat Tempo salah satunya adalah, "Sesungguhnya, para buzzer ini adalah produk gagal dari era kebebasan berpendapat. Memanfaatkan kemampuan menulis�sebagian di antara buzzer Jokowi adalah bekas wartawan�dan fanatisme pembacanya, mereka mengemas kabar bohong sedemikian rupa sehingga terlihat benar."
Tak lama kemudian, setelah tahu di-copas, Tempo segera menegur lewat Twitter. "Biasakan untuk mencantumkan sumber ketika mengutip."
Sayangnya Gerindra tak menggubris, dua kicauan selanjutnya dari Gerindra adalah ucapan sholat Maghrib. "Adzan Maghrib telah berkumandang untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bagi yang Muslim, mari sejenak tinggalkan aktivitas untuk menunaikan ibadah shalat Maghrib. Salam," kata dia.
"Biasakan untuk mencantumkan sumber ketika mengutip." https://t.co/vASyH4UmA8� Tempo News Room (@temponewsroom) October 1, 2019
Post Comment
Tidak ada komentar