Tiga Pernyataan Menukik Sutradara "SK" untuk Jokowi yang Ngaku Demokratis
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk menegakkan demokrasi di Indonesia. Ia menyebut kebebasan pers hingga menyampaikan pendapat adalah pilar demokrasi yang harus terus bersama-sama dijaga dan dipertahankan.
"Jangan sampai Bapak, Ibu sekalian ada yang meragukan komitmen saya mengenai ini (menjaga demokrasi)," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9).
Pernyataan Jokowi tersebut mendapatkan respons dari sutradara Sexy Killers Dandhy Laksono.
"Pertama, mengangkat jenderal Orba. Lima tahun berkuasa tak satupun kasus HAM diselesaikan," kata dia.
"Kedua, merespons Papua dengan mengirim pasukan dan menangkapi aktivis dengan pasal makar.
Ketiga, membatasi internet, aparatnya razia buku, ikut nyebar hoaks, dan sarat kekerasan," ungkap dia.
"Jangan sampai Bapak, Ibu sekalian ada yang meragukan komitmen saya mengenai ini (menjaga demokrasi)," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9).
Pernyataan Jokowi tersebut mendapatkan respons dari sutradara Sexy Killers Dandhy Laksono.
"Pertama, mengangkat jenderal Orba. Lima tahun berkuasa tak satupun kasus HAM diselesaikan," kata dia.
"Kedua, merespons Papua dengan mengirim pasukan dan menangkapi aktivis dengan pasal makar.
Ketiga, membatasi internet, aparatnya razia buku, ikut nyebar hoaks, dan sarat kekerasan," ungkap dia.
Post Comment
Tidak ada komentar