Hiruk Pikuk Korban Yang Meninggal atas Penyiksaan Di Halaman Parkir Masjid Berkubah Emas , Penuh Tanda Tanya
Kasus Pengeroyokan Bocah Di Halaman Parkir Masjid Al Huda di Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat , Masih Penuh Tanda Tanya , Setelah ada pengakuan dari Andri Bibir
Dimana Sebelumnya Beredar bahwa Yang Jadi Korban adalah Harun . Terlepas dari Benar Tidaknya yang Meninggal adalah Harun , Bagimanapun Harun Telah Tiada , dan itu akibat dari kesalahan aparat ,DI VIDEO NYA DIBANTAI ABISAN2 OLEH BRIMOB, KNP YG DIPERBAN KEPALANYA SAJA, LUCU DIPERBAN LUKANYA CUMA SEUPIL DOANG� ???? (@newsjundi) May 25, 2019
BUKA DONG BAJUNYA SOALNYA VIDEONYA ITU DIGEBUK KESELURUH BADAN
PARA BANGSAT MULAI ATUR STRATEGI CUCI TANGAN..REZIM INI BENER2 MENGERIKAN
INI BUKAN POLISI THAILAND pic.twitter.com/9c2BU0xNsh
Harun adalah bocah yang tidak tahu apa apa , dan tidak mungkin negara Hancur jika harun di baiarkan hidup , Justru yang kita waspadai sekarang adalah , tanda tanda kebangkitan PKI , jika ada pertanyaan jangan sembarangan bicara tentang kebangkitan PKI , begini kita dulu ada pelajaran tentang PKI dan selalu tiap tahun Nonton Film G 30 S PKI
Belakangan ini Pelajaran Tentang PKI sudah tidak ada lagi dan Pemutaran tiap tahun film tentang kebiadaban PKI sudah tidak ada lagi , siapa yang melarang itu semua , jika bukan suatu kekuatan besar yang bisa merubahnya .
Bagimanapun Tragedi Kerusuhan 22 mei 2019 sungguh Biadab , Rakyat yang Menjadi korban . Alangkah baiknya mulai sekarang kejujuran di junjung tinggi , Polisi Harus jujur Siapa yang mereka siksa di Halaman Parkir Masjid Al Huda di Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat . Kenapa Mereka Harus mati dan tidak boleh hidup , apakah dia Berbahaya bagi negara .
Jika sudah Kebohongan Menjadi Sarapan tiap hari bagi para Elite , Percayalah Negara ini akan tidak berkah dan akan terus Mengalami Kegaduhan , kenapa ? karena kebohongan itu .
Sementara itu Warga Setempat Memberikan Kesaksian bahwa anak yang disiksa itu bukanlah andri bibir , berikut Beritanya :
Kesaksian Warga: Pria yang Dipukuli Oknum Polisi Bukan Andri Bibir
Untuk memastikannya, kumparan menyambangi lokasi tersebut. kumparan mencoba mencari titik si perekam video merekam kejadian pemukulan itu.
Ternyata, video itu diambil dari sebuah lokasi parkiran, sekitar lantai 6 di Thamrin Tower, Jakarta Pusat. Dari titik itu, terlihat jelas lokasi pengeroyokan. Dan lokasi itu identik dengan apa yang terlihat di video.
Di parkiran itu, di lantai 4 dan 5, dijadikan tempat bagi para TNI untuk beristirahat. kumparan kemudian mencari tahu, siapa perekam video tersebut. Namun, pencarian terhalang minimnya keterangan yang ada di sekitar.
Sementara itu, terkait teka-teki siapa pria yang dipukuli oleh oknum polisi, memunculkan nama baru. Berdasarkan penelusuran kumparan, selain nama remaja Harun (15) yang meninggal akibat kericuhan dan Andri Bibir yang disebut polisi dan sudah mengaku dalam video dirinya, seorang warga juga menyebut bahwa orang yang dipukul itu bernama Markus.
Markus merupakan salah satu warga yang juga berada di parkiran tersebut, dan biasa tidur di situ.
"Memang Andri jarang di situ. Kalo Markus emang tiap hari tidurnya di situ, Markus, Lubis (teman lainnya). Yang di video itu Markus, udah fixed A1 itu Markus. Pokonya anak-anak (yang) liat (video) gitu," kata I (inisial samaran) warga saat ditemui kumparan di pangkalan kerjanya, Sabtu (25/5).
"Itu kan banyak yang ngomong, tukang parkir resmi juga ngomong itu Markus," ucapnya. kumparan menemui tukang parkir tersebut, namun ia memilih tak berkomentar.
Keyakinan I bahwa itu Markus berdasarkan baju hitam dan celana pendek yang dikenakannya dalam video tersebut. Ditambah keterangan dari temannya yang biasa jaga parkir di parkiran itu.
Markus kini menjadi satu dari 11 orang yang ditetapkan polisi sebagai tersangka kerusuhan pada aksi 22 Mei di depan Bawaslu, Jakarta Pusat.
Sementara, pihak kepolisian merilis nama lain yakni Andri Bibir sebagai pria yang dipukuli dalam video itu. Andri pun dalam sebuah video mengakui bahwa itu dirinya.
Andri bukanlah warga Kampung Bali, Tanah Abang. Ia hanya kerap nongkrong di parkiran tersebut. Hal ini diperkuat dengan keterangan Ketua RT di kawasan tersebut, Winda Devianti.
"Bukan bukan (anak sini) saya tahu kalo (memang dia) anak sini," kata Winda di kediamannya, Sabtu (25/5). KUMPARAN
Berita Lainnya
Post Comment
Tidak ada komentar