Ditanya Duit Ratusan Juta di Lacinya, Menag Lukman: Mohon Maaf ??
Opini KU - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin tidak banyak berbicara usai diperiksa penyidik KPK selama lebih dari lima jam.
Politisi senior PPP yang diperiksa untuk kader PPP Romahurmuziy dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama ini hanya memberikan jawaban normatif kepada wartawan.
"Karena proses ini masih sedang berlangsung. Oleh karenanya saya harus menghargai dan menghormati proses yang sedang berlangsung. Saya merasa tidak pada tempatnya, atau tidak etis kalo saya membeberkan hal-hal yang sifatnya materi perkara hukum yang sedang ditangani," kata Lukman di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.
Diperiksa KPK, Menteri Agama Akui Terima Uang dari Tersangka Suap Jual Beli Jabatan ??
Menag Lukman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy alias Romi.
Lukman yang diperiksa sekitar kurang lebih 5 jam akhirnya keluar dari gedng KPK sekitar pukul 14.48 WIB dan langsung dicecar pertanyaan oleh awak media yang sudah menunggu di depan pintu.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku bahwa dirinya terima uang Rp10 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin.
Namun Politikus PPP itu berdalih telah menyerahkan uang itu kepada KPK, satu bulan lalu.
"Jadi yang terkait dengan uang Rp 10 juta itu, saya sudah sampaikan kepada penyidik KPK bahwa sudah lebih dari satu bulan yang lalu uang itu sudah saya laporkan kepada KPK," kata Lukman usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Mei 2019.
Lukman keukeuh mengatakan uang itu sudah dilaporkan kepada KPK. Bahkan klaim dia, tanda bukti pelaporannya sudah diperlihatkan ke penyidik. "Jadi saya tunjukkan tanda bukti pelaporan yang saya lakukan bahwa uang (Rp 10 juta) itu saya serahkan pada KPK karena saya merasa saya tidak berhak untuk menerima uang itu," kata Lukman.
Namun demikian, terkait uang Rp 180 juta dan 30 Dollar AS yang telah disita KPK dari laci ruang kerjanya bersamaan dengan OTT Romi pada waktu itu, Lukman hanya melipatkan tangannya dengan nada tak menghiraukan pertanyaan terkait uang tersebut.
"Mohon maaf, mohon maaf, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh," tutupnya seraya memasuki mobil.
Dalam kasus ini, KPK telah menjerat tiga tersangka. Mereka yakni Rommy yang diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin. KPK pada kasus tersebut juga telah menyita uang dari ruangan Menteri Agama Lukman Hakim di kantor Kemenag RI.[RMOL/VIVA]
Politisi senior PPP yang diperiksa untuk kader PPP Romahurmuziy dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama ini hanya memberikan jawaban normatif kepada wartawan.
"Karena proses ini masih sedang berlangsung. Oleh karenanya saya harus menghargai dan menghormati proses yang sedang berlangsung. Saya merasa tidak pada tempatnya, atau tidak etis kalo saya membeberkan hal-hal yang sifatnya materi perkara hukum yang sedang ditangani," kata Lukman di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.
Sementara saat ditanya mengenai penyitaan uang Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS oleh KPK di laci meja kerjanya, Lukman mengelak dan buru-buru masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya.
"Mohon maaf, maaf, maaf (tidak menjawab)," jawab Lukman singkat.
�Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,� lanjutnya seraya masuk ke mobil.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sedikitnya tiga orang tersangka, Romi, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Selain itu, selama proses penyidikan kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini juga, sebanyak 70 orang saksi telah digarap oleh KPK. Saat OTT, KPK mengamankan uang Rp 156 juta dari tangan Romi yang diterima dari Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin.
KPK juga telah menyita sejumlah uang senilai Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS di laci ruangan kerja Menteri Lukman dalam pengembangan perkara ini.
Sumber: RMOL
Opini KU - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin baru saja usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2018-2019.
Menag Lukman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy alias Romi.
Lukman yang diperiksa sekitar kurang lebih 5 jam akhirnya keluar dari gedng KPK sekitar pukul 14.48 WIB dan langsung dicecar pertanyaan oleh awak media yang sudah menunggu di depan pintu.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku bahwa dirinya terima uang Rp10 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin.
Namun Politikus PPP itu berdalih telah menyerahkan uang itu kepada KPK, satu bulan lalu.
"Jadi yang terkait dengan uang Rp 10 juta itu, saya sudah sampaikan kepada penyidik KPK bahwa sudah lebih dari satu bulan yang lalu uang itu sudah saya laporkan kepada KPK," kata Lukman usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Mei 2019.
Lukman keukeuh mengatakan uang itu sudah dilaporkan kepada KPK. Bahkan klaim dia, tanda bukti pelaporannya sudah diperlihatkan ke penyidik. "Jadi saya tunjukkan tanda bukti pelaporan yang saya lakukan bahwa uang (Rp 10 juta) itu saya serahkan pada KPK karena saya merasa saya tidak berhak untuk menerima uang itu," kata Lukman.
Namun demikian, terkait uang Rp 180 juta dan 30 Dollar AS yang telah disita KPK dari laci ruang kerjanya bersamaan dengan OTT Romi pada waktu itu, Lukman hanya melipatkan tangannya dengan nada tak menghiraukan pertanyaan terkait uang tersebut.
"Mohon maaf, mohon maaf, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh," tutupnya seraya memasuki mobil.
Dalam kasus ini, KPK telah menjerat tiga tersangka. Mereka yakni Rommy yang diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin. KPK pada kasus tersebut juga telah menyita uang dari ruangan Menteri Agama Lukman Hakim di kantor Kemenag RI.[RMOL/VIVA]
Post Comment
Tidak ada komentar