Breaking News

Hukuman Mati LGBT Berimbas ke Hotel-hotel Brunei


NUSANEWS - Kerajaan Brunei Darussalam menuai kecaman karena memberlakukan hukum syariah Islam rajam hingga tewas terhadap kaum homoseksual. Kebijakan ini pun menuai protes hingga bedampak pada pariwisata. Hotel-hotel di Brunei kena imbas.

Aturan baru ini menetapkan hukuman mati dengan cara dirajam sebagai hukuman untuk hubungan seks sesama pria. Sementara pasangan wanita sesama jenis, terancam hukuman cambuk maksimum 40 kali atau hukuman penjara paling lama 10 tahun.

Berdasarkan aturan baru ini, seseorang akan dihukum dengan pasal mengenai hubungan seks sesama jenis jika dia mengaku atau kedapatan berhubungan seks berdasarkan kesaksian empat orang. Sebelum aturan ini diberlakukan, homoseksual dikategorikan sebagai pelanggaran hukum dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Selain itu, aturan baru ini juga mengatur hukuman mati bagi sejumlah tindak pidana lainnya, termasuk pemerkosaan, perzinaan, sodomi dan penghinaan Nabi Muhammad. Aturan ini mengatur hukuman cambuk di depan umum untuk praktik aborsi serta hukuman amputasi untuk pencurian dan hukuman penjara untuk praktik mengekspose anak-anak Muslim pada praktik agama selain Islam.

Menurut Sultan Brunei Hassanal Bolkiah aturan ini diterapkan demi melindungi dan mendidik warganya. Dia meminta warganya untuk memperkuat ajaran Islam. Pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri juga menegaskan pemberlakuan hukum syariah Islam ini punya tujuan khusus.

"Hukum (syariah), selain mempidanakan dan mencegah perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertujuan mengedukasi, menghormati, dan melindungi hak sah semua individu, masyarakat, atau kebangsaan, agama, dan ras," tulis pernyataan itu sebagaimana dikutip dari Reuters.

Meski banyak yang mendukung hukuman rajam hingga tewas terhadap pelaku LGBT ini, tidak sedikit pula yang menentang terutama dari tokoh dan politisi serta selebriti, aktivis HAM, hingga pelaku LGBT itu sendiri.

Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres salah satu yang mengkritik keras. Baginya pemberlakuan hukuman mati bagi kaum LGBT dengan cara dirajam ini jelas pelanggaran HAM.

Aktor Hollywood George Clooney bahkan menyerukan pemboikotan terhadap 9 hotel mewah yang memiliki keterkaitan dengan Brunei. Clooney menyerukan boikot terhadap jaringan hotel Dorchester Collection yang dimiliki Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

"Setiap kali kita menginap di atau mengadakan pertemuan di atau makan di salah satu dari sembilan hotel ini, kita memasukkan uang langsung ke kantong orang-orang yang memilih untuk melempari batu dan mencambuk warga negara mereka sendiri karena menjadi gay atau dituduh berzina," ujar Clooney.

Brunei Investment Company diketahui memiliki sembilan hotel di seluruh AS dan Eropa, termasuk Beverly Hills Hotel, Plaza Athenee dan Le Meurice di Paris, The Dorchester dan 45 Park Lane di London, dan Hotel Eden di Roma.

Seruannya Clooney tersebut didukung penyanyi Inggris Elton Jhon hingga Ellen DeGeneres. "Saya mendukung teman saya, #GeorgeClooney, karena bersikap melawan diskriminasi anti-gay dan kefanatikan yang berlangsung di negara #Brunei - tempat kaum gay dibrutalisasi atau lebih buruk - dengan memboikot hotel milik sultan," tulis Elton Jhon lewat cuitannya di Twitter.

Tak hanya itu, dirangkum detikcom dari berbagai media Inggris, iklan pariwisata Brunei di London, Inggris, juga sampai dicopot. Sebabnya, banyak aktivis kemanusiaan yang mengecam aturan baru ini.

SUMBER

Tidak ada komentar