Data Real Count C1 02 Unggul Telak 82% di Provinsi Aceh ??, TKD : Kami Tak Mampu Bendung Hoax ??
Opini KU - Banda Aceh - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Muzakir Manaf menyatakan pasangan nomor urut dua tersebut unggul sementara sebesar 82,2 persen di Provinsi Aceh pada Pemilu yang berlangsung serentak 17 April 2019.
"Berdasarkan hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di 23 kabupaten/kota se-Aceh yang kami terima yakni form rekapitulasi C1 per TPS sampai pukul 16.00 WIB pasangan Prabowo-Sandi menang di Aceh," katanya kepada awak media di Banda Aceh, Kamis (18/4/2019).
Ia menyebutkan jumlah pemilih tetap di provinsi ujung paling barat Indonesia itu berjumlah 3.523.774 pemilih dengan jumlah suara sementara yang masuk 1.5566.753 suara atau sebesar 44,5 persen dari jumlah pemilih tetap.
Dengan perolehan suara sementara untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma"ruf Amin sebesar 226.356 suara atau 14,4 persen dan untuk pasangan Prabowo-Sandi sebesar 1.287.996 suara atau sebesar 82,2 persen.
"Kami menyimpulkan Aceh berhasil meraup suara sebesar 90 persen untuk Prabowo-Sandi dan ini melebih dari target semula yakni 85 persen. Kami perkirakan angka ini akan berada pada pada 93 persen untuk kemenangan Prabowo-Sandi di Aceh sebab saat ini data terus masuk," kata Muzakir yang didampingi Sekretaris BPN Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Marzuki, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Gufran Zainal Abidin, Tu Bulqaini dan Anwar Ahmad.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mengawal seluruh suara yang telah diberikan oleh rakyat Aceh kepada Prabowo-Sandi sampai dengan pengumuman oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) RI.
Sumber: Antara
Irwansyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh TKK kabupaten/kota di Aceh, relawan, dan tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Aceh lainnya. Dia mengimbau untuk terus bekerja sampai mendapatkan C1 hasil pemilihan di tangan.
"Kawal terus perolehan suara. Walaupun kita kalah di Aceh, namun kita menang di nasional," imbuhnya.
Berdasarkan hasil quick count Saiful Mujani Research & Consulting, pasangan Prabowo-Sandiaga meraup 83,11 persen suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya memperoleh 16,89 persen suara. Data itu didasari suara masuk 89,66 persen.
Ini kedua kalinya Jokowi kalah di Aceh. Pada Pilpres 2014, Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, hanya meraih 45,61 persen suara. Sedangkan rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, unggul dengan 54,39 persen suara.
"Berdasarkan hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di 23 kabupaten/kota se-Aceh yang kami terima yakni form rekapitulasi C1 per TPS sampai pukul 16.00 WIB pasangan Prabowo-Sandi menang di Aceh," katanya kepada awak media di Banda Aceh, Kamis (18/4/2019).
Ia menyebutkan jumlah pemilih tetap di provinsi ujung paling barat Indonesia itu berjumlah 3.523.774 pemilih dengan jumlah suara sementara yang masuk 1.5566.753 suara atau sebesar 44,5 persen dari jumlah pemilih tetap.
Dengan perolehan suara sementara untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma"ruf Amin sebesar 226.356 suara atau 14,4 persen dan untuk pasangan Prabowo-Sandi sebesar 1.287.996 suara atau sebesar 82,2 persen.
"Kami menyimpulkan Aceh berhasil meraup suara sebesar 90 persen untuk Prabowo-Sandi dan ini melebih dari target semula yakni 85 persen. Kami perkirakan angka ini akan berada pada pada 93 persen untuk kemenangan Prabowo-Sandi di Aceh sebab saat ini data terus masuk," kata Muzakir yang didampingi Sekretaris BPN Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Marzuki, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Gufran Zainal Abidin, Tu Bulqaini dan Anwar Ahmad.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mengawal seluruh suara yang telah diberikan oleh rakyat Aceh kepada Prabowo-Sandi sampai dengan pengumuman oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) RI.
Sumber: Antara
Jokowi Kalah Telak di Aceh, TKD: Kami Tak Mampu Bendung Hoax
Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Aceh kalah telak dalam Pilpres 2019. Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh mengaku tidak mampu melawan fitnah dan hoax kepada pasangan capres nomor 01 tersebut.
"Kencangnya fitnah dan hoax itu hingga kami tidak mampu membendungnya," Ketua TKD Aceh Irwansyah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).
Menurut Irwansyah, TKD Aceh sudah bekerja maksimal untuk menyosialisasi program-program dan keberhasilan yang telah dilakukan Jokowi di Aceh. Selain itu, mereka menyosialisasi program yang bakal dilakukan Jokowi jika terpilih lagi.
Namun hal terberat untuk memenangkan Jokowi adalah melawan hoax. Dia menyebutkan fitnah dan hoax yang dibikin untuk menyerang Jokowi-Ma'ruf mempengaruhi persepsi masyarakat untuk memilih.
Irwansyah mengaku bertanggung jawab atas kegagalan memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Aceh. "Saya tidak menyalahkan siapa pun karena, sebagai Ketua TKD, saya harus bisa menerima risiko itu," jelas Irwansyah.
"Sejak awal memimpin TKD, pertarungan dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Aceh untuk pilpres sangatlah berat. Bukti kerja nyata Pak Jokowi di Aceh bisa dikalahkan dengan fitnah," ungkap Irwansyah.
"Kencangnya fitnah dan hoax itu hingga kami tidak mampu membendungnya," Ketua TKD Aceh Irwansyah dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).
Menurut Irwansyah, TKD Aceh sudah bekerja maksimal untuk menyosialisasi program-program dan keberhasilan yang telah dilakukan Jokowi di Aceh. Selain itu, mereka menyosialisasi program yang bakal dilakukan Jokowi jika terpilih lagi.
Irwansyah mengaku bertanggung jawab atas kegagalan memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Aceh. "Saya tidak menyalahkan siapa pun karena, sebagai Ketua TKD, saya harus bisa menerima risiko itu," jelas Irwansyah.
"Sejak awal memimpin TKD, pertarungan dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Aceh untuk pilpres sangatlah berat. Bukti kerja nyata Pak Jokowi di Aceh bisa dikalahkan dengan fitnah," ungkap Irwansyah.
Irwansyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh TKK kabupaten/kota di Aceh, relawan, dan tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Aceh lainnya. Dia mengimbau untuk terus bekerja sampai mendapatkan C1 hasil pemilihan di tangan.
"Kawal terus perolehan suara. Walaupun kita kalah di Aceh, namun kita menang di nasional," imbuhnya.
Berdasarkan hasil quick count Saiful Mujani Research & Consulting, pasangan Prabowo-Sandiaga meraup 83,11 persen suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya memperoleh 16,89 persen suara. Data itu didasari suara masuk 89,66 persen.
Ini kedua kalinya Jokowi kalah di Aceh. Pada Pilpres 2014, Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, hanya meraih 45,61 persen suara. Sedangkan rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, unggul dengan 54,39 persen suara.



Tidak ada komentar