Breaking News

Belajar dari 'Amplop Bowo', Sandi Akan Ubah Sistem Pembiayaan Parpol


NUSANEWS - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno mengaku, berjanji akan mengubah sistem pembiayaan partai politik.

Hal ini disampaikan Sandi menanggapi adanya "cap jempol" dalam amplop kasus tersangka politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Sandiaga mengakui isu tersebut membuat salah satu paslon di Pilpres 2019 jadi ternoda.

"Setelah kami ubah mekanisme pembiayaan partai, kalau masih ada uang korupsi dengan dana masyarakat untuk tindakan politik, saya sanksi tegas, kalau sesuai dengan konsep itu, partai gugur, tidak ikut pemilu," kata Sandiaga di Bogor, Rabu (3/4/2019).

"Sayang, jika angka jempol yang identik salah satu paslon tercemar dari tindakan sebagian oknum-oknum politisi yang gunakan cara yang tidak terhormat, cara mencederai masyarakat. Itu uang rakyat dikorupsi, harusnya untuk petani, tapi ini korupsi untuk beli suara rakyat," tambahnya.

Diketahui, terkait adanya "cap jempol", KPK memastikan tidak ada nomor tertentu pada amplop-amplop itu. KPK mengatakan keberadaan "cap jempol" di amplop yang diduga untuk serangan fajar itu tidak terkait materi perkara dugaan suap.

"KPK menganggap hal itu tidak material dari sisi fakta-fakta penegakan hukum antikorupsi," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

SUMBER

Tidak ada komentar