Breaking News

Tak Rela NKRI Dikuasai HTI, Faizal Assegaf: Jangan Biarkan Jokowi Sendirian karena negara akan dikuasai kekuatan Intoleran, Radikalis, dan Teroris


Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menghadiri kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Sahabat Jokowi (KSJ) di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jateng, Sabtu (16/3) malam. Pada kesempatan tersebut, mantan Alumni 212 itu menyampaikan orasinya di hadapan para relawan. Dalam orasinya, Faizal meminta agar seluruh pendukung tidak membiarkan Jokowi sendirian.

"Saya ingin sampaikan, jangan biarkan Pak Jokowi sendiri. Kalau warga Solo maupun warga negara membiarkan Jokowi sendiri maka negara akan dikuasai kekuatan intoleran, radikalis, dan teroris," tegasnya di hadapan para relawan.

Faizal melanjutkan, suasana kebersamaan yang tergambar saat kegiatan harus terus digalang dan dikembangkan. Tujuannya adalah untuk menyatukan kebersamaan sesama. Dengan bersama Jokowi, berarti ingin memenangkan Pancasila dan NKRI yang berwarna-warni.

"Saya percaya bahwa kekuatan warna-warni yang ada di Kota Solo menjadi ciri khas Kota Solo mewakili warna-warni Indonesia," imbuhnya.

Faizal menambahkan, jangan sampai Indonesia kehilangan warna-warninya. Sebab itu bisa terjadi ketika pemilu, kekuatan rakyat tidak bersatu atau kalah melawan kelompok radikal. Maka dari itu, rakyat harus kompak dan terus memupuk kebersamaan.

"Karena ketika Jokowi kalah maka sulit dibayangkan, Indonesia berpotensi untuk masuk pada situasi politik yang lebih krusial. Situasi politik yang lebih mengerikan yang dipertunjukkan di Timur Tengah, seperti di Iraq, Suriah, Pakistan, dan Afganistan. Maka kita tidak boleh membiarkan Pak Jokowi sendiri," katanya.

Di hadapan para relawan, Faizal juga menegaskan bahwa dirinya menjadi satu dari 260 juta rakyat Indonesia untuk memenangkan Jokowi. Dia pun tidak rela jika Indonesia akan berada di bawah kekuasaan HTI dan PKS. "Saya kira bukan saya sendiri, tapi di luar sana ada jutaan orang bersama Jokowi," ucapnya.

JAWAPOS.COM

Tidak ada komentar