Amnesty International: Teror Christchurch Buah Islamophobia

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Kumi Naidoo mengatakan tragedi tersebut merupakan konsekuensi dari pembiaran kebencian dan demonisasi yang tidak terkendali. Teror itu adalah salah satu hari paling gelap dalam sejarah Selandia Baru.
�Ini merupakan momen penghitungan bagi para pemimpin di seluruh dunia yang telah mendukung atau menutup mata terhadap momok Islamophobia. Laporan bahwa para penyerang mengikuti manifesto supremasi kulit putih, hal ini menggembleng para pemimpin dunia untuk mulai menentang ideologi yang penuh kebencian ini,� katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net, Sabtu (16/3/2019).
Ia menyampaikan belasungkawa untuk para korban. Melihat biadabnya penyerang yang melepaskan kebencian dan rasisme mereka yang mematikan pada wanita, pria, dan anak-anak ketika mereka mengambil bagian dalam ibadah Jum�at telah membuat semua terkejut dan sedih.
�Hari ini kita mendukung semua orang yang kehilangan orang-orang tercinta, dan bersumpah untuk menentang kebencian ini,� tuturnya.
Kumi melanjutkan bahwa Selandia Baru yang dia percayai adalah negara yang berkembang pesat di masyarakat multikultural, mereka menyambut pengungsi dan migran, dan menghormati hak setiap orang untuk menjalankan agama mereka dengan damai.
�Serangan-serangan ini hanya dapat memperkuat tekad kami untuk berjuang demi masyarakat yang dibangun di sekitar perdamaian, harapan, dan keadilan,� tukasnya.
KIBLAT.NET
Post Comment
Tidak ada komentar