Tiga Fakta Sebenarnya di Balik Kacaunya Data yang Dipaparkan Jokowi
Ada kekacauan data yang disampaikan calon presiden Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019).
Sangat disayangkan dan sangat mengecewakan seorang presiden fakir data dan informasi. Kesalahan Jokowi dalam memaparkan data terlihat saat ia menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir ini tidak ada kebakaran hutan di Indonesia.
Fakta yang terjadi adalah sebaliknya. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 2016 terjadi kebakaran hutan seluas 14.604,84 hektar.
Pada 2017 terjadi kebakaran hutan seluas 11.127,49 hektar dan pada 2018 ada 4.666,39 hektar hutan yang terbakar. Dalam debat, Jokowi bilang tiga tahun terakhir tidak ada pembakaran hutan, padahal kalau ditotal ada sekitar 30.000 hektar yang terbakar.
Jokowi seolah menghindari pertanyaan Prabowo terkait impor gula dengan mengalihkan jawaban ke impor jagung.
Saat ditanya soal impor gula, Jokowi menjawab impor jagung. Artinya capres nomor urut satu itu tidak mau menanggapi, apalagi data impor jagung yang ia paparkan juga salah.
Jokowi mengatakan bahwa pada tahun 2014 Indonesia masih impor jagung sebesar 3,5 juta ton dan pada tahun 2018 hanya impor 180.000 ton. Faktanya, berdasarkan sumber BPS disebutkan bahwa Indonesia mengimpor Jagung 737.220 ton jagung.
Selain itu, perlu dipertanyakan pernyataan Jokowi soal akses 4G di Indonesia yang diklaim sudah 100 persen. Padahal sejatinya akses 4G di Indonesia masih 20 persen.
Post Comment
Tidak ada komentar