Ketum PSI: Poligami Berasal Dari Ajaran "SESAT" Adat Arab Jahiliyah
OPERAIND- Berbicara poligami, banyak orang salah paham. Karena sebagian orang menganggap poligami itu sebagai ajaran Islam, sampai ada yang mengangap itu sebagai sebuah kewajiban dalam Islam. Ini menurut saya sangat keliru. Mengapa? Ada beberapa alasan saya untuk beragumen dan disertai dengan alasan yang kuat.
Baca Juga: Berita Terbaru Hari Ini, Prabowo Wajib Dites Baca Alquran, Agar Ulama Tak 'Beli Kucing Dalam Karung'
Pertama, poligami telah terjadi di berbagai bangsa. Poligami telah dilakukan oleh orang Cina di zaman Cina kuno, India kuno, dan Mesir kuno.
loading...
Bahkan telah dipraktek luas sebelum Islam lahir di Arab Saudi di Abad ke 7. Ini adalah fenomena yang universal yang dilakukan diberbagai bangsa. Jauh sebelum manusia mengenal tentang hak asazi manusia. Intinya adalah pernikahan poligami telah dilakukan sebelum umat muslim ada.
Nah, begitu Islam datang, Islam memberi solusi terhadap praktek poligami ini meskipun Islam tidak menganjurkan untuk berpoligami berarti islam ini bisa disebut Jahiliyah atau sesat ujar Grace Natalia ketum PSI.
Baca Juga: Komunis Mulai Bangkit Kembali, Kodim 0722: TNI Bersama Rakyat Sudah Siap Habisi PKI !!
Kedua, menarik adalah dalam masyarakat muslim sendiri banyak beralasan bahwa poligami dilakukan sendiri oleh Nabi dan ini namanya sunnah Nabi.
loading...
Padahal dalam realita sejarah diungkapkan bahwa Nabi baru melakukan poligami setelah isteri pertamanya Khadijah binti khuwailid meninggal.
Pernikahan Nabi dengan Khadijah telah berlangsung selama 25 tahun dan Nabi tidak berpoligami sementara Nabi hidup di lingkungan pilogami.
Masa jahiliyah adalah masyarakat yang berpoligami. Bahkan berpoligami sangat tidak terbatas.
Kalau kita mendengar hadist tentang seorang kepala suku syiriyah, dia mempunya isteri lebih dari 200 orang. Ketika akan masuk Islam, Nabi bertanya berapa banyak isterimu? Dia menjawab lebih dari 200 orang. Dan pada saat itu, poligami merupakan hal lumrah atau hal yang biasa dalam masayarakat jahiliyah.
Praktik poligami telah berlangsung sebelum Nabi Muhammad Shalallahu �Alaihi wa Sallam menyebarkan dan membawa konsep agama Islam.
Dengan begitu, menyebut poligami merupakan ajaran Islam adalah keliru.
�Saya berkeyakinan bukan ajaran Islam. Jauh sebelum Islam datang poligami sudah dilakukan,� kata Grace Natalia ketum PSI dalam diskusi �Perempuan dan Politik: Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang� di Resto Gado-Gado Boplo, Setiabudi, Jakarta, Sabtu (15/12).
Baca juga: Ketum PPP: Sekuat Apapun Kubu Prabowo Memproduksi Hoaks Tetap Kalah, Masyarakat Sudah Muak!!
Dengan begitu, Imam berpandangan bahwa dalam ayat Al Quran Surat Annisa 4-3 yang menceritakan soal poligami berkonteks bukan memerintahkan orang untuk melakukan poligami, namun mengatur tata cara berpoligami.
�Jika ayat itu konteksnya menyuruh maka seperti menggarami lautan. Karena praktik poligami sudah ada sebelum Islam,� kata Imam.
Dia menambahkan bahwa kebijakan negara yang melarang praktik poligami tidak bertentangan dengan agama kalau ternyata lebih banyak menyebabkan rak.. Selanjutnya


Tidak ada komentar